Kamis, 12 Januari 2012

BillBoard Jan 2012

1: We Found Love, Rihanna Featuring Calvin Harris
2: It Will Rain, Bruno Mars
3: The One That Got Away, Katy Perry
4: Sexy And I Know It, LMFAO
5: Good Feeling, Flo Rida
6: Without You, David Guetta Featuring Usher
7: Stereo Hearts, Gym Class Heroes Featuring Adam Levine
8: Love You Like A Love Song, Selena Gomez & The Scene
9: Moves Like Jagger, Maroon 5 Featuring Christina Aguilera
10: Someone Like You, Adele
11: 5 O'Clock, T-Pain Featuring Wiz Khalifa & Lily Allen
12: You Make Me Feel..., Cobra Starship Featuring Sabi
13: Mr. Know It All, Kelly Clarkson
14: Set Fire To The Rain, Adele
15: Not Over You, Gavin DeGraw
16: Marry The Night, Lady Gaga
17: Domino, Jessie J
18: Headlines, Drake
19: Workout, J. Cole
20: Blackout, Breathe Carolina

Kamis, 05 Januari 2012

Goal and Enjoying

Ada Kisah Seorang ayah memenuhi janjinya untuk mengajak anaknya pergi memancing. Dengan bersusah hati diantara schedulenya yang padat, si ayah berusaha mengambil cuti. Dan akhirnya, berangkatlah ia dengan anaknya, untuk pergi memancing. Seharian mereka memancing, tetapi tidak mendapatkan seekor ikanpun. Dengan marah-marah, akhirnya sampai sore, mereka pun pulang. Puluhan tahun berlalu, ternyata pengalaman ini dicatat oleh mereka masing-masing dalam diary harian mereka.

Ketika dibaca ulang, diary si ayah bunyinya begini, “Kurang ajar. Hari yang sial! Saya sudah cuti seharian untuk memancing, ternyata tidak mendapatkan seekorpun. Sebel banget!” Sementara itu, diary anaknya pun dibuka, ternyata kalimatnya, “Terima kasih Tuhan. Hari yang luar biasa. Saya pergi memancing bersama ayah. Meskipun tidak mendapatkan seekor ikanpun, tetapi saya punya kesempatan ngobrol-ngobrol banyak dengan ayah. Sangat menyenangkan!”

Betapa berbedanya sudut pandang si ayah dengan si anaknya. Bagi si ayah, yang terpenting adalah mendapatkan ikan-ikan, sementara bagi si anak, justru pengalaman memancing bersama itulah yang menyenangkan. Ada yang menghargai ‘milestones’ sementara lainnya, lebih menghargai ‘moments’.


Suatu Kisah kita ambil dari Anthony Dio Martin..
"Kejadian ini sebenarnya mengingatkan saya dengan pengalaman bertemu dengan seorang General Manager sebuah perusahaan ritel, dimana ia sangat sukses dan berhasil tetapi dalam konselingnya dengan saya, mukanya tampak letih. Singkatnya, ia mengatakan, “Aku capek, sangat keletihan. Hidupku rasanya bergerak dari satu target ke target lainnya”. Tidaklah mengherankan bagi saya kalau si GM ini keletihan hidupnya. Yang muncul adalah perasaan kasihan saya karena hidupnya hanyalah kumpulan dari gol satu ke gol lainnya. Bahkan, dengan keluarganya pun ia hampir tidak mempunyai waktu. Bahkan, untuk jalan-jalan dengan keluarganya saja, ia harus menjadwalkan, seakan-akan menset target apa yang harus dicapai dalam piknik keluarganya, dll. Sungguh meletihkan sekali melihat hidupnya!"



Pelari Marathon atau Pendaki Gunung?

Kelompok Pendaki

Pelari Marathon











Coba kita bandingkan gambaran dua jenis orang di dalam menikmati hidupnya. Yang pertama, saya umpamakan seperti seorang pelari marathon.
Seorang Pelari Marathon sangat menikmati milestonenya, saat mengikuti merathon, dia berlari dengan serius. Terfokus pada satu titik ke titik yang lain, hingga selesai . Bahkan, penonton yang di tepi jalanpun dicuekin. Dia hanya terfokus untuk berlari dan akhirnya bisa sampai ke garis finish (ngomong-ngomong, ini mungkin tidak mewakili semua pelari marathon karena toh ada rekan kita yang bisa sangat menikmatinya). Singkat cerita, inilah tipe yang di anggap mewakili orang yang hidupnya hanya dari satu ‘milestones’ (tahapan) ke ‘milestone’ yang lainnya.

Bandingkanlah gaya pelari marathon ini dengan gaya seorang pendaki gunung. kita diingatkan kepada kembali ke Pelari Marathon dan ini sangatlah berbeda. Dalam mendaki gunung, kita memang punya tujuan yang harus dicapai, yakni puncaknya. Tetapi, sepanjang perjalanan, kita bisa bernyanyi-nyanyi, saling bercerita bahkan sesekali berhenti sejenak jika ada sesuatu yang menarik untuk dinikmati. Sungguh menyenangkan berkesempatan menikmati satu demi satu tempat yang kita lalui. Dan inilah metafora yang kita anggap mewakili orang yang hidupnya bisa bergerak dari ‘moment’ ke ‘moment’.

Nah, Bagaimana saya dan Anda untuk merefleksikan bagaimanakah kecenderungan sikap kita dalam menghadapi hidup ini, dalam menyikapi pekerjaan kita, dalam menyikapi proses perkembangan anak kita?
Terlalu banyak karyawan, pimpinan maupun orang tua yang menyikapi pekerjaan dan keluarganya seperti ‘milestones’.

Memang sih, pada akhirnya banyak yang bisa mereka raih, tetapi sekaligus, mereka juga banyak kehilangan sisi menyenangkan (fun) dalam hidup ini. Bayangkanlah seorang manager yang stres dan mulai kebosanan karena hidupnya hanya dari satu KPI (Key Performance Indicator) ke KPI lain, satu scorecard ke scorecard yang lain.





Ataupun, bayangkan seorang tua yang melihat anaknya seperti sesuatu target yang bergerak. Akan sangat meletihkan.

Sebaliknya, kita bisa tetap sambil menikmati ‘moment’ sambil berusaha menggerakkan diri kita mencapai yang lebih baik. Kita bisa mencapai ‘gunung impian’ kita tanpa kehilangan kesempatan untuk berhenti, menikmati indahnya pemandangan dan bercanda ria.

Jadi, mulai sekarang perlakukan hidup kita sebagai ‘moment’ bukan sebagai ‘milestone’ sehingga pada akhir ajal menjelang kita, akan ada banyak hal moment indah yang bisa dikenang!



Big Thanks for Anthony Dio Martin

Rabu, 04 Januari 2012

BAD INFLUENCE.flv




Semoga menjadi Inspirasi buat kita semua agar bisa menjadi Contoh yang baik buat generasi kita , khususnya anak-anak disekitar kita yang sangat rentan meniru prilaku kita ...

WAW..Very Entertain

Film-Film Romantis Bahula


'Shakespeare in Love'   
Performanya yang gemilang di 'Shakespeare in Love' (1998) berhasil membuat si cantik Gwyneth Paltrow diganjar piala Oscar. Apa yang bisa lebih menggairahkan selain kisah cinta terlarang seperti diceritakan di film ini?

'Sixteen Candles'   
Perempuan mana yang tidak mendesah mendengar nama Jake Ryan diucapkan? Jika saja karakter tersebut nyata, Anda pun pasti tergila-gila dan ingin menjadi kekasihnya.    





'Dirty Dancing'   
Siap-siap saja merinding menyaksikan Patrick Swayze meluncur di lantai dansa bersama 'Baby' (Jennifer Grey). Rasanya setara dengan sensasi sepotong dark chocolate meleleh di dalam mulut Anda.    



'When Harry Met Sally'   
Adegan yang paling tidak terlupakan dari film ini adalah ketika Sally (Meg Ryan) berpura-pura orgasme di depan Harry (Billy Crystal), yang tak mampu menyembunyikan keterpanaannya ketika mereka berada di sebuah restoran.    



'Say Anything'   
Tidak berlebihan mengatakan John Cusack sebagai salah satu aktor favorit kaum hawa. Karakternya yang terkesan sedikit nervous namun tetap percaya diri itu, membuat pesonanya kian terlihat seksi. Momen paling romantis di film ini barangkali adalah adegan boombox-nya, yang menjadikan 'Say Anything' masuk dalam daftar film wajib tonton di Hari Valentine nanti.    

'Crazy Beautiful'   
Setelah tampil sebagai pemandu sorak energik di film 'Bring It On,' Kirsten Dunst memukau pecinta film dengan perannya sebagai perempuan yang tergila-gila terhadap lelaki latin kutu buku bernama Carlos (Jay Hernandez). Saksikan film ini dan bersiaplah mengingat kembali kenangan cinta pertama Anda.    



'Sleepless in Seattle'
Satu lagi film romantis yang dibintangi oleh Meg Ryan. 'Sleepless in Seattle' bukan saja kisah yang menginspirasi, tetapi chemistry yang terbangun antara Meg Ryan dan Tom Hanks juga sangat menakjubkan.    

'An Affair to Remember'
Mustahil untuk tidak tertawa sekaligus menitikkan air mata melihat aksi Cary Grant dan Deborah Kerr di film klasik yang sentimental ini.    


'Love Actually'
Di film ini, Anda tidak hanya mendapatkan satu, melainkan sepuluh kisah cinta sekaligus. Film besutan Richard Curtis ini bertabur bintang, sebut saja Hugh Grant, Liam Neeson, Keira Knightley dan masih banyak lagi.    
'The Notebook'
Kisah cinta yang diangkat dari novel karangan Nicholas Sparks ini memang superromantis. Menyaksikan film ini, Anda mau tak mau berharap ikatan abadi antara dua orang itu benar-benar mungkin terjadi.